Jumat, 08 September 2017

Apasih Ngeyeuk sereuh itu?

Kemarin malam saya menghadiri acara "ngeyeuk sereuh" yaitu semacam prosesi adat jelang pernikahan untuk sepasang calon pengantin. Rame , seru dan unik itu yang saya tangkap dari sekian banyak rangkaian proses ngeyeuk sereuh tersebut. Buat saya yang baru pertama kali melihat prosesi tersebut begitu unik dan menambah wawasan juga. Mungkin bagi beberapa orang, ritual jelang pernikahan ala adat Sunda ini masih terdengar asing, namun sebenarnya memiliki makna mendalam di baliknya. Lewat proses ini pula, restu, nasihat dan doa yang mengiringi langkah kedua calon pengantin menuju gerbang pernikahan, lantas diberikan orangtua lewat berbagai benda-benda yang dihadirkan oleh sang pemandu adat atau yang sering disebut abah gayot.
Ngeuyeuk Seureuh sendiri berasal dari kata ngaheuyeuk yang artinya mengolah. Dalam ritual ngeyeuk sereuh ini, peralatan yang dipakai cukup banyak mulai dari daun sirih, buah pinang, dua ikat padi, sepotong bambu tak beruas, benang tenun, kendi, dan masih banyak lagi. Ngeyeuk sereh ini tak lain untuk menggambarkan pandangan hidup orang Sunda yang senantiasa dilandasi tiga sifat utama, silih asih, silih asuh, dan silih asah, atau dalam bahasa berarti saling menjaga, menyayangi dan mengajari. Diharapkan kedua calon pengantin bisa mengamalkannya saat menjalani kehidupan pernikahan kelak.

 

Namun pada hakikat nya bukan masalah prosesi adat atau pun serangkaian adat lain nya, namun semua kembali kepada niat masing masing dan kesiapan keduanya. Karena menurut saya sesungguh nya menikah itu bukan lah perkara yang mudah. Tujuan utama dari menikah adalah menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Manusia, makhluk yang tak lepas dari khilaf, bisa saja terjebak dalam nafsu syahwat. Demi menjaga diri dari perbuatan maksiat, maka menikahlah. Jika belum mampu, berpuasalah untuk menahan hawa nafsu. Karena sesungguhnya dalam Islam, menikah merupakan penyempurna agama. Menikah bahkan setara dengan separuh agama. Jadi dengan menikah, separuh agama yang belum terpenuhi kemudian menjadi sempurna serta semakin kuatlah ibadah seorang muslim.

Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila seorang hamba menikah maka telah sempurna separuh agamanya, maka takutlah kepada Allah SWT untuk separuh sisanya. (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar