Ngeuyeuk Seureuh sendiri berasal dari kata ngaheuyeuk yang artinya mengolah. Dalam ritual ngeyeuk sereuh ini, peralatan yang dipakai cukup banyak mulai dari daun sirih, buah pinang, dua ikat padi, sepotong bambu tak beruas, benang tenun, kendi, dan masih banyak lagi. Ngeyeuk sereh ini tak lain untuk menggambarkan pandangan hidup orang Sunda yang senantiasa dilandasi tiga sifat utama, silih asih, silih asuh, dan silih asah, atau dalam bahasa berarti saling menjaga, menyayangi dan mengajari. Diharapkan kedua calon pengantin bisa mengamalkannya saat menjalani kehidupan pernikahan kelak.
Namun pada hakikat nya bukan masalah prosesi adat atau pun serangkaian adat lain nya, namun semua kembali kepada niat masing masing dan kesiapan keduanya. Karena menurut saya sesungguh nya menikah itu bukan lah perkara yang mudah. Tujuan utama dari menikah adalah menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.
Manusia, makhluk yang tak lepas dari khilaf, bisa saja terjebak dalam
nafsu syahwat. Demi menjaga diri dari perbuatan maksiat, maka
menikahlah. Jika belum mampu, berpuasalah untuk menahan hawa nafsu. Karena sesungguhnya dalam Islam, menikah merupakan penyempurna agama. Menikah bahkan setara
dengan separuh agama. Jadi dengan menikah, separuh agama yang belum
terpenuhi kemudian menjadi sempurna serta semakin kuatlah ibadah seorang
muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila seorang hamba menikah maka telah sempurna separuh agamanya, maka takutlah kepada Allah SWT untuk separuh sisanya. (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar